“Siklus” Bottom Bitcoin Berulang = 5 Oktober 2026?

Apakah prediksi pertama benar-benar “tepat”?

Ya — hasil akhirnya memang luar biasa dekat.

Bitcoin benar-benar membuat high besar pada 6 Oktober 2025, sekitar $126.2k. Data historis harian menunjukkan high sekitar $126,272 pada tanggal tersebut.

Prediksi dibuat sebelum kejadian → tanggal 6 Oktober 2025 → Bitcoin benar-benar membuat ATH pada 6 Oktober 2025.

+364 hari: 5 Oktober 2026

Itu berarti model asli akan menunjuk ke:

📍 sekitar 5 Oktober 2026 sebagai ATL / bottom

Ini sangat menarik.




Siklus Tanggal aktual Durasi aktual

2015 low → 2017 high 14 Jan 2015 → 17 Des 2017 1.068 hari

2017 high → 2018 low 17 Des 2017 → 15 Des 2018 363 hari

2018 low → 2021 high 15 Des 2018 → 10 Nov 2021 1.061 hari

2021 high → 2022 low 10 Nov 2021 → 21 Nov 2022 376 hari

2022 low → 2025 high 21 Nov 2022 → 6 Okt 2025 1.050 hari


Apakah ini berarti harga Bitcoin bisa diprediksi dengan pasti? Belum tentu.


Pola 4 Tahun Bitcoin

Kalau melihat sejarah Bitcoin, memang terlihat pola yang cukup menarik.

Pada siklus sebelumnya, jarak dari titik terendah ke titik tertinggi Bitcoin berada di sekitar 3 tahun, sementara dari titik tertinggi ke titik terendah berikutnya sekitar 1 tahun.


Sederhananya:

Bottom → sekitar 3 tahun → Top → sekitar 1 tahun → Bottom


Pola ini terlihat pada beberapa siklus Bitcoin sebelumnya. Karena itu, ada orang yang mencoba menggunakan pola waktu tersebut untuk memperkirakan siklus berikutnya.

Postingan tahun 2023 menggunakan pendekatan ini dan menghasilkan prediksi 6 Oktober 2025. Dan ternyata tanggal tersebut memang bertepatan dengan pencapaian ATH baru Bitcoin.

Ini tentu menarik. Tetapi kita perlu hati-hati.



FAKTA 2 Oktober 2026

Saat tulisan ini dibuat, bitcoin sedang dalam kondisi yang jauh dari ATL 57.000

Harga per tulisan ini dibuat bahkan terlihat kuat akan menyentuh 87.000.

Apakah mungkin terjadi double top, lalu bitcoin drop lagi ke 70K -> 60K -> 50K.

Entahlah....

Rasanya sih tidak....

Tapi kalau sampai terjadi, berarti waktunya belanja!!!

.

.

Ingat, satu prediksi yang berhasil belum membuktikan bahwa Bitcoin mengikuti jadwal yang pasti. Data historisnya juga tidak benar-benar identik. Durasi setiap siklus sedikit berubah dan cenderung makin pendek.

Jadi lebih tepat mengatakan bahwa Bitcoin memiliki pola berulang, bukan “program” yang pasti mengulangi dirinya.


Lalu Bagaimana dengan 2026? Di sinilah muncul postingan kedua.

Postingan tersebut memproyeksikan:



Uang masuk Bitcoin → Bitcoin naik → uang mulai pindah ke Ethereum → kemudian Solana → akhirnya masuk ke aset yang lebih spekulatif seperti memecoin.

Ini sebenarnya bukan konsep yang aneh. Dalam pasar crypto, ketika orang mulai berani mengambil risiko lebih besar, uang memang dapat bergerak dari aset yang relatif besar dan likuid ke aset yang lebih berisiko.


Apakah Likuiditas Memang Mulai Kembali?

Ada tanda-tanda yang mendukung cerita tersebut.

Arus dana ke ETF Bitcoin dan Ethereum kembali membaik pada periode tertentu di 2026, sementara ETF Solana juga mulai mencatat arus masuk. Pasokan stablecoin juga kembali meningkat, yang menunjukkan adanya tambahan likuiditas di ekosistem crypto.


Namun ada satu hal yang sering disalahartikan.

Sebagian orang mengatakan: “QE sudah kembali.”

Padahal kondisi The Fed tidak sama dengan program QE besar seperti 2020.


The Fed memang melakukan pembelian Treasury bills untuk menjaga kecukupan cadangan perbankan, tetapi pada September 2026 suku bunga Fed justru berada di 3,75%–4,00%. Jadi lebih tepat menyebutnya sebagai penambahan likuiditas/reserve management, bukan QE besar-besaran seperti era pandemi.


Apakah Target BTC $190.000 Mustahil?

Secara matematika, tidak mustahil.


Dari sekitar $86.000, Bitcoin harus naik lebih dari 2 kali lipat untuk mencapai $190.000.

Tetapi target ETH dan SOL membutuhkan kenaikan yang jauh lebih besar.

ETH sekitar $2.700 harus naik beberapa kali lipat untuk mencapai $15.000.

SOL sekitar $120 harus naik sekitar 8 kali lipat untuk mencapai $1.000.


Artinya, prediksi tersebut sebenarnya bukan hanya mengatakan: “Bitcoin akan naik.”

Tetapi mengatakan: “Pasar akan masuk ke fase bull market yang sangat kuat, lalu terjadi rotasi modal semakin agresif menuju aset berisiko tinggi.”

Itu adalah skenario yang jauh lebih spekulatif.


Jadi, Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Pelajaran terpenting dari dua postingan tersebut bukan soal apakah angka $190.000 pasti tercapai.

Yang lebih menarik adalah melihat urutan pergerakan pasar.

Perhatikan apakah pasar mulai menunjukkan pola:

Bitcoin naik → Bitcoin mulai stabil → ETH mengungguli BTC → SOL mengungguli ETH → dominasi Bitcoin turun → altcoin semakin ramai → memecoin mulai meledak.


Semakin banyak tahapan tersebut terjadi secara berurutan, semakin kuat indikasi bahwa pasar mulai masuk ke fase spekulasi yang lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila Bitcoin gagal mempertahankan kenaikan dan uang kembali menghindari aset berisiko, maka skenario tersebut bisa gagal.


Kesimpulannya

Prediksi tahun 2023 tentang 6 Oktober 2025 memang sangat menarik karena tanggal tersebut bertepatan dengan ATH Bitcoin. Namun, hal itu belum cukup untuk membuktikan bahwa Bitcoin bergerak berdasarkan “simulasi” yang pasti berulang.

Bitcoin memang mempunyai pola siklus yang terlihat dalam sejarah, tetapi waktunya tidak pernah benar-benar sama.

Sedangkan target BTC $190K, ETH $15K, dan SOL $1K sebaiknya dianggap sebagai skenario, bukan kepastian.

Yang paling penting bukan menebak tanggal atau angka secara presisi.

Yang penting adalah memahami fase pasar: apakah kita sedang berada di fase akumulasi, kenaikan Bitcoin, rotasi ke altcoin, atau sudah masuk fase spekulasi berlebihan.

Karena pada akhirnya, pasar biasanya tidak memberi tanda dengan satu angka.

Pasar memberi tanda melalui urutan perilaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAP-SIAP Sniper #1 (62.500)

BTC akankah koreksi? update astronacci (scheduled post)