Ketemu saham murah? sudah turun 50%-60%-70%. Cek ini.....
Membeli saham murah, atau yang sudah turun katakan 60-80% dari harga tertinggi, itu bagus.
Tapi, cek ini dulu sebelum memencet tombol buy :
1. Cek apakah laba terus menurun: Periksa laporan keuangan dalam 5-10 tahun terakhir. Jika laba bersih perusahaan cenderung turun secara konsisten, ini adalah tanda bahaya besar meskipun P/E ratio terlihat sangat rendah.
2. ROE (Return on Equity) yang rendah atau menurun: Jika manajemen tidak mampu memutar modal untuk menghasilkan keuntungan yang optimal (atau bahkan negatif), ini menandakan efisiensi bisnis yang memburuk.
3. Dividen yield tinggi karena harga saham anjlok: Berhati-hatilah jika dividen yield naik hanya karena harga saham jatuh, bukan karena pembagian dividen yang meningkat. Ini sering menjadi indikasi perusahaan sudah mencapai fase mature atau bahkan declining.
4. Insider (pemilik/manajemen) melakukan penjualan: Jika pemilik atau orang dalam perusahaan justru menjual saham mereka saat harga sedang turun, ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka sendiri tidak yakin akan adanya pemulihan bisnis (comeback).
5. Free Cash Flow negatif: Arus kas operasional yang negatif secara jangka panjang menunjukkan perusahaan mungkin kesulitan membiayai operasionalnya tanpa suntikan dana eksternal, yang sangat berisiko bagi investor
Bagaimana cara cari-nya?
1. Ubah 5 prinsip Anda menjadi sistem Stockbit
Stockbit sendiri menyediakan data Net Income, EPS, Revenue, serta Financials dengan periode Annual, TTM, dan berbagai growth rate.
2. Saya akan membuatnya menjadi "ANTI VALUE TRAP SCREENER"
Tujuannya bukan mencari saham terbaik.
Tujuannya:
Jangan sampai kita membeli saham yang terlihat murah, tetapi sebenarnya bisnisnya sedang memburuk.
🟢 Filter tahap 1 — Profitability
Saya akan mulai dengan:
ROE : Average ROE 3Y ≥ 10%
Kemudian:
ROE ≥ 10%
Kenapa dua-duanya?
Karena ROE satu tahun bisa terlihat bagus akibat faktor sementara. Average 3Y membantu melihat konsistensinya.
Stockbit memang menyediakan metrik profitability dan fitur Ratio vs Ratio.
3. Filter laba
Ini bagian yang menurut saya paling penting dari strategi Anda.
Jangan hanya: PE < 10
Karena:
PE rendah + laba turun = bisa jadi value trap.
Lebih baik kombinasikan:
Net Income Growth > 0
dan kalau tersedia:
EPS Growth > 0
Tetapi saya tidak akan menggunakan hanya satu tahun.
Idealnya: 🟢 Lulus
Laba: 2022 → 2023 → 2024 → 2025 → 2026
minimal: cenderung naik / stabil
🔴 Warning
Contoh:
1.000 → 900 → 700 → 500 → 400
Walaupun: PE = 5x
Saya tetap akan memasukkannya ke watchlist risiko.
Stockbit Financials memungkinkan Anda melihat Annual dan 3 Year CAGR, sehingga pemeriksaan tren ini bisa dilakukan setelah screener menyaring kandidat.
4. Filter Free Cash Flow
Ini justru salah satu filter paling bagus untuk strategi Anda.
Gunakan: Free Cash Flow > 0
Kalau ingin lebih ketat:
Free Cash Flow (TTM) > 0
Stockbit memang menyediakan Free Cash Flow TTM di Key Stats, termasuk data cash flow from operations, investing, financing dan capex.
Tetapi saya akan menaikkan standarnya.
Lebih bagus: FCF positif
DAN
Operating Cash Flow positif
Karena: Laba ≠ uang tunai.
Contoh sederhana:
Perusahaan: Laba Rp500 M
tetapi:
Operating Cash Flow -Rp200 M
FCF -Rp400 M
Saya akan jauh lebih berhati-hati.
5. Dividend Yield jangan dijadikan filter utama
Ini menarik.
Misalnya:
Harga: Rp5.000 → Rp2.000
Dividen tetap: Rp200
Dividend Yield berubah: 4% → 10%
Kelihatannya: 🔥 "Dividen 10%!"
Padahal sebenarnya: harga saham sedang dihancurkan pasar.
Jadi jangan: Dividend Yield ≥ 8% sendirian.
Lebih baik:
Dividend filter : Dividend Yield ≥ 2–3%
DAN Dividend Payout Ratio masih reasonable
DAN FCF positif
Dividen → harus didukung cash flow.
Stockbit menyediakan Dividend Yield, payout ratio dan histori dividen; histori Dividend Yield juga bisa dilihat melalui Fundachart.
🛡️ ANTI VALUE TRAP
PE Ratio TTM ≤ 15
Profitability : ROE ≥ 10% + Average ROE 3Y ≥ 10%
Growth : Net Income Growth ≥ 0% + EPS Growth ≥ 0%
Cash Flow : Free Cash Flow > 0 + Operating Cash Flow > 0
Balance Sheet : Debt to Equity ≤ 1.5
Dividend Yield ≥ 2%
Size : Market Cap ≥ Rp1T
🟢 LEVEL A — QUALITY FILTER
"Apakah bisnisnya sehat?"
Gunakan:
- ROE ≥ 10%
- Average ROE 3Y ≥ 10%
- Net Income Growth ≥ 0%
- EPS Growth ≥ 0%
- Free Cash Flow > 0
- Operating Cash Flow > 0
- DER ≤ 1.5
- Market Cap ≥ Rp1T
Hasilnya: Perusahaan sehat.
🟡 LEVEL B — VALUE FILTER
Setelah itu baru tambahkan:
PE ≤ 15
PBV ≤ 2
Sehingga filosofi Anda menjadi:
QUALITY → CASH FLOW → VALUE
bukan: MURAH → BELI
Hasill :
20 Agustus 2026
- AMRT ✓
- AKRA ✓
- AVIA
- MIKA
- MYOR
- TAPG ✓
- SILO


Komentar
Posting Komentar