Apakah akan terjadi resesi? Sinyal Agustus 2026
Bulan Agustus 2026 ini kita bisa lihat :
ini hanya indikasi,
belum tentu terjadi. Kita cuma perlu mempersiapkan diri.
Resesi: "Ekonomi sedang sakit. Melambat atau mundur"
Krisis: "Sistem ekonomi/keuangan mengalami gangguan serius."
.
- Resesi menguji penghasilan.
- Krisis menguji likuiditas.
- Inflasi menguji daya beli.
- Krisis rupiah menguji nilai aset.
- Leverage menguji ketahanan finansial.
Karena itu, orang yang paling siap menghadapi kondisi buruk bukan necessarily orang yang punya aset paling banyak.
Tetapi orang yang punya:
penghasilan relatif kuat + utang terkendali + cash buffer + aset terdiversifikasi + tidak terpaksa menjual aset ketika pasar jatuh.
cek IHSG di tanggal :
27 Okt 2008 : 28 Okt 2008 IHSG CRASH! (2830 -> 1100 bottom)
3 Des 2018 : 4 Jul 2018 IHSG (5555 bottom)
6 Des 2018 : 15 Okt 2018 IHSG (5626 bottom) lalu rally, 18 Des Koreksi (6000)
14 Agu 2019 : 6 Agt 2019 IHSG Crash (6022 bottom)
21 Mar 2022
22 Mar 2022
1 Agu 2022
17 Agu 2022
30 Des 2022 : 11 Jan 2023 IHSG Crash (6560 bottom)
28 Agu 2026 : _______________________
.
IHSG saat ini 6566 : tidak jauh beda dengan tahun 2022/2023
Akankah ada crash lanjutan? 5000? 4700?
.
Dan ini juga menjelaskan kenapa cash dalam rupiah tidak selalu "buruk" ketika ada risiko krisis. Cash memberikan optionality—kemampuan untuk bertahan dan membeli ketika orang lain terpaksa menjual.
Sebaliknya, 100% cash rupiah juga bukan strategi perlindungan sempurna jika masalah utamanya berubah menjadi inflasi tinggi atau depresiasi rupiah.
Jadi yang kita cari bukan aset yang "pasti aman". Kita mencari portofolio yang tetap bisa bertahan dalam beberapa skenario buruk yang berbeda.



Komentar
Posting Komentar