Kisah Sato (FIRE from Japan) - “Pria yang Pasti Akan Berhenti Kerja”
Waktu adalah aset.
Kesehatan adalah investasi.
Uang untuk game adalah pemborosan fatal.
.
.
Targetnya tetap seperti awal sebesar 100 juta yen.
Akhirnya dari target sekitar Rp10.702.600.000
Di twitter tanggal 16 Februari 2025 dia sudah mengumpulkan Rp. 12.843.120.000
https://ceritafinancialfreedom.blogspot.com/2025/02/sato-fire-from-japan-sudah-mencapai-100.html
.
.
Bagaimana kelanjutan kisahnya setelah target tercapai?
Total Estimasi Kekayaan: ±135 Juta Yen - 140 Juta Yen
(Sekitar Rp14,5 Miliar - Rp15 Miliar dengan kurs asumsi 1 JPY = Rp107)
Rincian Portofolio Aset
1. Uang Tunai & Deposito (Aset Utama - Paling Besar)
Porsi: Dominan (±85-90% dari total aset).
Jenis: Deposito bank dalam mata uang Yen (JPY).
Filosofi: Ia trauma dengan kerugian investasi di masa lalu, sehingga memilih strategi "Pertahanan Mutlak" (Senshu Boei). Ia lebih percaya pada uang tunai yang aman daripada fluktuasi pasar saham yang tidak menentu.
Fungsi: Dana pensiun utama yang memberikan rasa aman mutlak untuk bisa resign kapan saja.
2. Saham (Aset Satelit - Dividen & Defensif)
10-15% ke pasar saham. Pilihannya sangat konservatif dan berfokus pada saham blue chip atau defensif.
Saham Jepang:
- Takeda Pharmaceutical (4502): Farmasi raksasa.
- Komatsu (6301): Alat berat.
- NTT (9432): Telekomunikasi (ia membelinya karena stabilitas dividen).
- Mitsubishi HC Capital: Sering menjadi favorit investor dividen Jepang.
Saham Amerika Serikat (AS):
- Berkshire Hathaway Class B (BRK.B): Perusahaan Warren Buffett (pilihan aman jangka panjang).
- Boeing (BA), Shell (SHEL), Delta Air Lines (DAL): Saham-saham industri berat/energi.
- Walt Disney (DIS) & Alphabet (GOOGL): Sektor hiburan dan teknologi.
3. Valuta Asing / FX (Aset Spekulatif & Passive Income)
Strategi: Carry Trade jangka panjang (disebut "Investasi Pingsan").
Aset: Membeli mata uang dengan suku bunga tinggi (seperti Peso Meksiko / MXN) terhadap Yen.
Tujuan: Mengincar Swap Points (bunga harian) sebagai pendapatan pasif, bukan trading harian. Meskipun nilainya fluktuatif, ia membiarkannya untuk memanen bunga.
.
.
Bagaimana Pandangan Sato Terhadap Emas / Bitcoin?
Berikut adalah alasan logis mengapa emas tidak masuk dalam strategi investasinya:
Tidak Menghasilkan Arus Kas (Cashflow)
- Filosofi utamanya adalah "Hidup dengan Biaya 0 Yen" menggunakan poin, kupon, dividen, dan bunga (swap points).
- Emas adalah aset yang non-yielding (tidak memberikan bunga atau dividen). Emas hanya memberikan keuntungan jika harganya naik dan dijual (capital gain). Ini bertentangan dengan kebutuhan utamanya akan "pendapatan pasif rutin" untuk biaya hidup sehari-hari.
Prioritas pada "Keamanan Nominal" (Cash is King)
- Ia memiliki trauma masa lalu kehilangan uang dalam investasi berisiko tinggi. Oleh karena itu, ia sangat memuja uang tunai (Yen) karena nilai nominalnya tidak berubah.
- Meskipun emas dianggap safe haven, harganya tetap fluktuatif dalam jangka pendek. Bagi seseorang yang menganggap tabungan sebagai "obat penenang mental", fluktuasi harga emas mungkin justru menambah kecemasan dibandingkan deposito bank yang stabil.
Fokus pada Aset "Pemberi Manfaat Langsung"
Portofolio sahamnya dipilih bukan semata-mata karena kenaikan harga, tetapi karena memberikan bonus benefit seperti kartu kupon makanan atau diskon belanja, yang langsung mengurangi biaya hidupnya. Emas batangan atau ETF Emas tidak memberikan fasilitas makan gratis di restoran keluarga.
.

Komentar
Posting Komentar